SK : Perkembangan Sejarah Dunia Sejak Perang Dunia II Sampai Perang Dingin
KD : Menganalisis Perkembangan Sejarah Dunia dan Posisi Indonesia di
Tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional Setelah Perang Dunia
II Sampai Dengan Berakhirnya Perang Dingin
Indikator :
1. Menjelaskan Akhir Perang Dunia II
2. Mengidentifikasi Nasionalisasi dan dekolonisasi di Asia dan Afrika
3. Menjelaskan Sistem Ekonomi Internasional dengan Perubahan Politik dan Ekonomi Dunia
MAteri
A. Akhir Perang Dunia II
Perang Dunia II diakhiri dengan berbagai perjanjian antara pihak yang
kalah perang Jerman, Jepang, dan Italia) dan yang menang perang (pihak
Sekutu: AS, Uni Soviet, Inggris, Prancis, dll). Perjanjian yang penting
adalah perjanjian Sekutu dengan Jerman dan Sekutu dengan Jepang. Selain
itu, pasca-Perang Dunia II juga ditandai dengan berbagai konferensi.
1. Berbagai Konferensi Selama Perang Dunia II
Beberapa konferensi yang diselenggarakan selama Perang Dunia II tentang
strategi pertempuran ataupun perdamaian dunia, antara lain sebagai
berikut.
a. Konferensi Atlantik
b. Konferensi Casablanca
c. Konferensi Moskow
d. Konferensi Kairo
e. Konferensi Teheran
f. Konferensi Yalta
2. Perjanjian-Perjanjian Pasca–Perang Dunia II
a. Perjanjian Sekutu–Jerman
Jerman merupakan salah satu negara “Pact Poros” yang hancur dalam PD II
dan telah menyerah kepada sekutu pada tanggal 7 Mei 1945. AS,Uni
Soviet, dan Inggris membicarakan tentang pembagian Jerman, denazifikasi
dan demiliterisasi Jerman. Perjanjian Sekutu–Jerman ditentukan oleh
Harry S. Truman (Presiden Amerika Serikat), Josep Stalin (Presiden Uni
Soviet), dan Clement Richard Attlee (Perdana Menteri Inggris) dalam
Konferensi Postdam (2 Agustus 1945). Perjanjian Sekutu–Jepang
b. Perjanjian Sekutu–Jepang dilakukan di San Fransisco pada tahun 1945.
c. Perjanjian Sekutu dengan Negara Lainnya
Selain mengadakan perjanjian dengan Jerman dan Jepang, sekutu juga
mengadakan perjanjian dengan negara-negara lain yang kalah berperang
dalam Perang Dunia II.
1) Perjanjian Sekutu–Italia dilaksanakan di Paris pada tahun 1945
2) Perjanjian Sekutu–Austria dilaksanakan di Austria pada tahun 1945
3) Perjanjian Sekutu dengan Hongaria, Rumania, Bulgaria, dan Finlandia ditentukan di Paris tahun 1945
B. Hubungan Dekolonisasi di Asia dan Afrika dengan Transformasi Politik dan Sosial di Berbagai Negara
Tahun 1945 yang membuat akselerasi proses dekolonisasi di Asia Afrika.
Proses pelepasan negara jajahan dari negara induknya ini disebut proses
dekolonisasi. Dekolonisasi adalah istilah yang dipakai bangsa-bangsa
Eropa di dalam menjalankan praktik imperialisme dan kolonialisme di
wilayah Asia dan Afrika. Dengan didasari oleh semangat untuk menentukan
nasib sendiri (self determination), faktor ideologi dan strategi
antiimperialisme yang dimiliki oleh pergerakan-pergerakan kebangsaan
negaranegara di Asia Afrika harus berjuang secara fisik untuk meraih
kemerdekaan. Pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, kaum imperialis
banyak menggunakan juga pasukan-pasukan dari negeri jajahannya.
Pengerahan pasukan dari negeri jajahan sejalan dengan propaganda
demokrasi dan berpemerintahan sendiri yang dalam praktiknya tidak pernah
datang tanpa adanya perjuangan. Para prajurit dari negeri jajahan yang
ikut dalam perang besar menjadi pendorong perkembangan pergerakan
kemerdekaan dari setiap negara jajahan di kawasan Asia dan Afrika yang
pada puncaknya melahirkan negara-negara baru yang merdeka dan berdaulat.
1. Konferensi Asia Afrika
Sesuai dengan rencana, Konferensi
Asia Afrika diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18–24 April 1955.
Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh wakilwakil dari 29 negara yang
terdiri atas negara pengundang dan negara yang diundang.
1. Negara pengundang meliputi Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar).
2. Negara yang diundang 24 negara terdiri atas 6 negara Afrika dan 18
negara meliputi Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang,
Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi
Arabia, Syria (Suriah), Yordania, Lebanon, Turki, Yaman), dan Afrika
(Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia, dan Pantai Emas/Gold Coast).
Konferensi Asia Afrika membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan
bersama negara-negara di Asia dan Afrika, terutama kerja sama ekonomi
dan kebudayaan, serta masalah kolonialisme dan perdamaian dunia.Kerja
sama ekonomi dalam lingkungan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dilakukan
dengan saling memberikan bantuan teknik dan tenaga ahli. Konferensi
berpendapat bahwa negara-negara di Asia dan Afrika perlu memperluas
perdagangan dan pertukaran delegasi dagang. Dalam konferensi tersebut
ditegaskan juga pentingnya masalah perhubungan antarnegara karena
kelancaran perhubungan dapat memajukan ekonomi. Konferensi juga
menyetujui penggunaan beberapa organisasi internasional yang telah ada
untuk memajukan ekonomi.
2. Organisasi Gerakan Non Blok
Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para
pemimpin negara dari Indonesia (Presiden Soekarno), Republik Persatuan
Arab–Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), India (Perdana Menteri Pandith
Jawaharlal Nehru), Yugoslavia (Presiden Joseph Broz Tito), dan Ghana
(Presiden Kwame Nkrumah).
Gerakan Non Blok mempunyai tujuan, antara lain:
1) meredakan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan dua blok adidaya yang bersengketa;
2) mengusahakan terciptanya suasana dunia yang aman dan damai;
3) mengusahakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis;
4) menentang kolonialisme, politik apartheid, dan rasialisme;
5) memperjuangkan kebebasan dalam bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan derajat;
6) meningkatkan solidaritas di antara negara-negara anggota Gerakan Non Blok;
7) menggalang kerja sama antara negara berkembang dan negara maju menuju terciptanya tata ekonomi dunia baru.
3. Krisis Suez dan Peran Indonesia
Pada tanggal 29 Oktober 1888 dilangsungkan Konferensi Istambul (Turki)
yang secara bersama-sama menetapkan status Terusan Suez. Hal ini
mengingat kedudukan, fungsi, dan peranan Terusan Suez bagi dunia
internasional. Konferensi dihadiri oleh Inggris, Jerman, Austria,
Hongaria, Spanyol, Prancis, Italia, Belanda, Rusia, Turki, dan Mesir.
Konferensi menetapkan Terusan Suez berstatus internasional.
C. Perkembangan Sistem Ekonomi Internasional dengan Perubahan politik dan Ekonomi Dunia
Perang Dunia II merupakan perang yang sangat mengerikan dan lebih hebat
dibandingkan dengan Perang Dunia I. Akibat yang ditimbulkan Perang
Dunia II menyangkut perubahan bidang politik dan ekonomi.
1. Perubahan di Bidang Politik
Perubahan politik yang tampak setelah berakhirnya Perang Dunia II, antara lain sebagai berikut.
a. Tampilnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai Negara Adidaya
Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah dua negara adikuasa (super power)
yang besar peranannya di dalam mengakhiri PD
b. Terjadi Persaingan
di Antara Negara Adidaya Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha untuk
saling berpengaruh dan berkuasa di dunia.
c. liberal-kapitalis tidak sejalan dengan Uni Soviet yang berpaham sosialis-komunis.
d. Timbul Politik Memecah Belah Amerika Serikat dan Uni Soviet
e. Timbulnya Negara-Negara Nasional Negara-negara imperialis Barat,
seperti, AS, Inggris, Prancis, Belanda, Portugal, dan Spanyol tidak
mampu lagi menghalangi semangat perjuangan bangsa-bangsa yang mereka
jajah.
f. Timbul Persekutuan Militer Kembali Sebagai balance of power policy (penyeimbang kekuatan).
2. Perubahan di Bidang Sosial
a. Terbentuknya United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
b. Dapat ditemukan alat-alat perang modern seperti radar, peluru
kendali, bom atom, dan sebagainya. Bom atom berhasil mengakhiri PD II
setelah sukses diujicobakan di kota Hirosima pada tanggal 6 Agustus
1945 dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.
3. Perubahan di Bidang Ekonomi
a. Ekonomi dunia menjadi kacau
Berakhirnya Perang Dunia II menyebabkan keadaan ekonomi dunia kacau.
Perang Dunia II telah mengeksploitasi banyak tenaga kerja, modal, dan
biaya perang sehingga ketika perang berakhir keadaan perekonomian sangat
berantakan. Lahirnya dua kekuatan adidaya setelah perang dunia dengan
sendirinya telah menyebabkan sistem ekonomi dunia terbelah menjadi dua.
D. Perkembangan Politik Dunia Masa Perang Dingin
Berakhirnya Perang Dunia II menyebabkan Amerika Serikat dan Uni Soviet
eluar sebagai pemenang perang dan muncul sebagai negara adikuasa/super
power yang kemudian memainkan peranan di panggung politik, ekonomi
danmiliter dunia internasional. Lahirnya kekuatan adidaya baru yang
mewakili kepentingan Blok Barat dan Blok Timur menimbulkan suasana yang
tidak representatif. Pertentangan di antara dua kekuatan dunia tersebut
melahirkan Perang Dingin (the cold war). Keadaan dunia setelah
berakhirnya Perang Dunia II makin mencekam setelah Blok Barat yang
dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet
saling berebut pengaruh. Berbagai unjuk kekuatan digelar oleh kedua kubu
untuk menjadi yang paling kuat di dunia. Pertentangan secara psikologi
menyebabkan dunia dalam suasana Perang Dingin.
E. Hubungan Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa dengan
Kondisi Keamanan Dunia pada Masa Perang Dingin
Persaingan yang paling mencolok dalam masa Perang Dingin adalah dalam
bidang militer, khususnya dalam hal persenjataan. Kedua negara adidaya
itu saling berlomba menciptakan berbagai senjata yang mutakhir dan
mematikan, misalnya bom. Bom adalah senjata ledak yang lazim digunakan
dalam perang. Terorisme juga melibatkan penggunaan bom. Bom umumnya
terdiri atas wadah logam yang diisi dengan bahan peledak atau bahan
kimia. Teknologi penerbangan antariksa terjadi ketika era Perang Dingin
dan persaingan antara Amerika Serikat dengan Rusia yang saat itu masih
bernama Uni Soviet. Teknologi roket yang merupakan dasar dari sistem
penerbangan antariksa pada mulanya dikembangkan untuk keperluan
persenjataan.
SELAMAT BELAJAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar